Title : Eco-Cinema: Krisis Ekologis dalam Wajah Sinema
Publisher : Montase Press
Year : Agustus 2026
Writer : Himawan Pratista
Book size : 15.5cm x 23cm
Pages : 202 pages
ISBN : 978-623-89352-7-7 / 978-623-89352-8-4 (PDF)
Email : montaseproduction@gmail.com
Booking via WA: 081229383219
Price : Rp 150.000,- (Print on Demand/POD)
Paper: Bookpaper 72g
Google Play Book: https://play.google.com/store/books/details?id=7rL6EQAAQBAJ
Back Cover:
Mengapa begitu banyak film hari ini berbicara tentang krisis iklim, bencana alam, kepunahan spesies, hingga dunia pasca-apokaliptik? Apakah itu sekadar tren, atau cerminan kecemasan manusia terhadap masa depan bumi?
Eco-Cinema mengajak pembaca melihat bahwa persoalan lingkungan tidak hanya hadir sebagai tema cerita, tetapi juga membentuk cara film bekerja melalui genre, narasi, sinematografi, suara, penyuntingan, hingga gaya penyutradaraan. Alam bukan lagi sekadar latar, melainkan karakter, konflik, bahkan pusat dari pengalaman sinematik itu sendiri.
Melalui pembahasan berbagai konsep utama eco-cinema serta puluhan studi kasus film dari berbagai negara dan genre, buku ini memperlihatkan bagaimana sinema merepresentasikan hubungan manusia dengan bumi yang semakin rapuh. Mulai dari konflik manusia dan alam, eksploitasi lingkungan, kapitalisme ekologis, trauma ekologis, hingga berbagai imajinasi tentang masa depan planet, seluruhnya dibaca melalui bahasa sinema yang kaya dan beragam.
Ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami tanpa mengurangi kedalaman analisis, buku ini menjembatani kajian film dengan isu-isu ekologis kontemporer. Sebuah bacaan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, sineas, pegiat lingkungan, maupun siapa saja yang ingin memahami bagaimana sinema tidak hanya merekam krisis planet, tetapi juga membentuk cara kita memandangnya.
Pada akhirnya, memahami film juga berarti memahami dunia tempat kita hidup.
Why do so many contemporary films engage with climate change, natural disasters, species extinction, and post-apocalyptic worlds? Are these merely cinematic trends, or do they reflect humanity’s growing anxiety about the future of our planet?
Eco-Cinema invites readers to understand that environmental issues are not simply narrative themes but fundamental elements that shape the cinematic experience itself—through genre, narrative structure, cinematography, sound, editing, and directorial style. Nature is no longer treated as a passive backdrop; it emerges as a character, a source of conflict, and the very center of cinematic experience.
Drawing on the major concepts of eco-cinema and dozens of film case studies from diverse countries and genres, this book explores how cinema represents the increasingly fragile relationship between humanity and the Earth. From human–nature conflicts, environmental exploitation, ecological capitalism, and ecological trauma to cinematic visions of the planet’s possible futures, these issues are examined through the rich and multifaceted language of film.
Written in an accessible yet academically rigorous style, Eco-Cinema bridges film studies with contemporary ecological discourse. It is intended for students, scholars, researchers, filmmakers, environmental practitioners, and anyone interested in understanding how cinema not only documents the planetary crisis but also shapes the ways we perceive and respond to it.
Ultimately, to understand cinema is also to understand the world in which we live.
DAFTAR ISI
Prakata v
BAB 1 – MEMAHAMI ECO-CINEMA 1
Apa itu Eco-cinema? 3
Mengapa Eco-cinema Penting Saat Ini? 4
Alam dalam Sejarah Sinema: Dari Lanskap Spektakel Menuju
Kesadaran Ekologis 6
Teori dan Konsep Dasar Eco-cinema 9
Eco-Trauma: Ketika Krisis Ekologis Menjadi Luka Eksistensial 13
Bentuk dan Konsep Ekologis dalam Bahasa Sinema 15
Sinema sebagai Aktivisme Lingkungan 17
BAB 2 – GENRE DAN BENTUK ECO-CINEMA 19
Dokumenter sebagai Arsip Krisis Ekologis 21
Eco-Disaster: Narasi Kehancuran dalam Sinema Lingkungan 24
Fiksi Sosial dan Eco-Justice 29
Eco-Horror: Ketika Alam Menjadi Sumber Ketakutan 33
Eco-Science Fiction: Membayangkan Masa Depan Planet 37
Animasi dan Kesadaran Ekologis 41
Eco-Comedy: Kritik Ekologis Melalui Humor dan Satir 45
Ragam Genre dan Imajinasi Spekulatif 48
Sinema Eksperimental dan Persepsi Ekologis 50
BAB 3 – NARASI ECO-CINEMA 53
Perjalanan Pahlawan Ekologis 56
Konflik Manusia versus Alam 59
Konflik Manusia versus Korporasi 63
Narasi Kehilangan dalam Krisis Ekologis (Eco-trauma) 66
Narasi Kiamat Lingkungan 68
Narasi Penyelamatan Bumi 71
Narasi Koeksistensi 74
BAB 4 – ESTETIKA ECO-CINEMA 79
Lanskap sebagai Karakter 81
Kamera sebagai Mediasi Ekologis 85
Alam sebagai Lanskap Bunyi 89
Partikel Alam sebagai Narasi 92
Visualisasi Monster Ekologis 95
Efek Visual dan Imajinasi Ekologis 97
Editing dan Montage: Menyusun Hubungan antara Gambar,
Waktu, dan Kesadaran Ekologis 100
Musik sebagai Pembentuk Emosi Ekologis dalam Eco-cinema 102
BAB 5 – ECO-CINEMA SEBAGAI GAYA SUTRADARA 105
David Attenborough: Sinema Dokumenter sebagai
Kesaksian Krisis Ekologis 108
Werner Herzog: Alam sebagai Kekuatan yang Tak Peduli
pada Manusia 112
James Cameron: Ekologi sebagai Spektakel Sinematik 115
Bong Joon-ho: Ekologi dalam Sistem Sosial yang Retak 118
Hayao Miyazaki: Imajinasi Ekologis dalam Sinema 121
Terrence Malick: Alam sebagai Pengalaman Spiritual 124
BAB 6 – ECO-CINEMA: STUDI KASUS 129
Home: Observasi Planet yang Retak 131
Contagion (2011): Pandemi, Globalisasi, dan Ketika Krisis
Lingkungan Menjadi Krisis Kemanusiaan 134
The Happening: Ketika Alam Memutuskan untuk Melawan 137
Okja: Kapitalisme, Industri Pangan, dan Martabat Makhluk Hidup 139
Dreams: Ekologi, Spiritualitas, dan Masa Depan Peradaban 142
Pom Poko: Tanuki, Urbanisasi, dan Tragedi Modernitas Jepang 146
Avatar: Ekologi, Kolonialisme, dan Keserakahan dalam Skala
Alam Semesta 149
Godzilla: Kaiju, Bencana, dan Keseimbangan Alam dalam
Dunia Modern 151
Don’t Look Up: Satir Kiamat Ekologis dan Kegagalan
Respons Manusia terhadap Krisis Planet 154
Interstellar: Ketika Krisis Lingkungan Memaksa Manusia
Mencari Rumah Baru 157
Mother!: Bumi yang Terluka oleh Keserakahan Manusia 159
BAB 7 – NARASI ECO-CINEMA DALAM SINEMA INDONESIA 163
Konflik Ekologis, Advokasi, dan Narasi Koeksistensi dalam Film
Dokumenter Indonesia 165
Antara Eco-Horror Budaya dan Isu Ekologis 169
Montase: Praktik Eco-cinema dalam Sinema Komunitas
Yogyakarta 173
BAB 8 – MASA DEPAN ECO-CINEMA 179
Daftar Pustaka 185
Indeks 187
Profil Penulis 191

