DARI BULETIN KE WEBSITE

Buletin edisi perdana rilis pada akhir 2006 yang menandai terbentuknya komunitas Montase. Hingga edisi ke-3, Buletin Montase yang didanai secara swadaya oleh anggotanya, mencetak buletin hingga 1000 eksemplar dan dibagikan secara gratis. Animo pembaca sangat luar biasa, dan kami mendapatkan beberapa respon positif yang mendukung buletin ini. Namun, dalam perkembangan karena dirasa terlalu luas dan tidak efektif diterima oleh sasaran pembacanya, maka mulai edisi ke-4, dipasang banderol sebesar Rp. 2000,- , untuk pengganti ongkos cetak. Dalam perkembangan karena harga ongkos cetak dan kertas yang semakin tinggi, akhirnya pada edisi ke-20, Buletin Montase menaikkan banderol sebesar Rp 5000,-. Sejak edisi ke 27, Buletin Montase vakum karena minimnya penulis serta harga cetak yang semakin tinggi.

Akhirnya pada awal tahun 2015, website montasefilm.com muncul menggantikan Buletin Montase. Website montasefilm.com hingga kini sudah berjalan dan data-data artikel Buletin dari edisi-edisi terdahulu terdapat dalam website ini. Hingga tahun 2021 sampai saat ini pun, montasefilm.com masih eksis dan terus mengulas film-film terbaru, baik film barat, Asia, maupun Indonesia. Khusus film-film barat, terjemahan teks Inggris juga sudah disajikan. Pada awal tahun 2022, montasefilm.com mengganti tampilannya sehingga diharapkan dapat semakin menarik pembaca untuk berkunjung ke website ini.

Baik Buletin Montase maupun website montasefilm.com memiliki slogan: “ringan dan mencerahkan”. Sasaran buletin dan website adalah semua kalangan, yakni pelajar, mahasiswa, umum yang minat dengan film. Ulasan-ulasan di dalamnya berisi sejarah dan pengetahuan film, serta ulasan yang sifatnya ringan, namun berbobot. Ulasan film, lebih menekankan pada aspek naratif dan sinematik sebuah karya film. Website montasefilm.com juga membuka bagi para penulis dan kritikus film dari tanah air untuk sama-sama berkontribusi memajukan perfilman nasional. Sejak tahun 2022, Montase juga menginiasiasi Podcast Montase FM melalui platform spotify yang berisi diskusi serta fenomena film rilis terbaru yang tengah tren. Pada tahun 2021, dua penulis reguler montasefilm.com meraih nominasi Kritik Film Terbaik dalam ajang penghargaan puncak di tanah air, Festival Film Indonesia (FFI) melalui artikel Asih, Cermin Horor Indonesia Kontemporer.

Berikut adalah prestasi para penulis montasefilm.com dalam kategori Kritik Film Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia:

 

FFI 2021

Asih 2, Cermin Horor Indonesia Kontemporer (Nominasi)

Penulis            : Agustinus Dwi Nugroho & Miftachul Arifin

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/CU2rEv5P6xu/

 

FFI 2022

Pengabdi Setan 2: Communion, Sebuah Tribute Horor untuk Horor? (Shortlist 15 Besar)

Penulis            : Himawan Pratista

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/CjsMOy7pMSm/

 

FFI 2023

Film Horor dan Budaya Jawa: Sewu Dino (Shortlist 30 Besar)

Kreator            : Himawan Pratista, Agustinus Dwi Nugroho, & Prof. Dr. Sri Margana, M.Hum., M.Phil.

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/Cxz-UYgPOQI/

Ketika Berhenti di Sini: Citra Benang Merah Eksistensi Mental Illness dan Kecerdasan Buatan (AI) (Shortlist 30 Besar)

Penulis            : Miftachul Arifin

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/Cxz-UYgPOQI/

 

FFI 2024 

Vina: Sebelum 7 Hari, Tragedi dalam Kosmetik Horor (Shortlist 15 Besar)

Penulis             : Himawan Pratista & Jemi Ilham

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/DAX6sF5PzsX/

Vina: Sebelum 7 Hari | Fenomena Spiritual, Viralitas, dan Pengungkapan Fakta Sosial (Shortlist 15 Besar)

Penulis             : Purwoko Ajie

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/DAX6sF5PzsX/

 

FFI 2025

Tendangan, Pengkhianatan, dan Mimpi di Tengah Mafia: Alegori ‘Elang’ (2025) dalam Psiko-Politik Sepak Bola Nusantara (Nominasi)

Penulis             : Purwoko Ajie

Link Sumber   : https://www.instagram.com/p/DP_htqpiUEV/

 

FROM BULLETIN TO WEBSITE

The first edition of the bulletin was released at the end of 2006, marking the establishment of the Montase community. Up to its third edition, Buletin Montase—which was self-funded by its members—printed up to 1,000 copies and distributed them free of charge. The readers’ enthusiasm was remarkable, and we received several positive responses supporting the publication. However, as the readership expanded too widely and distribution was deemed ineffective, beginning with the fourth edition, a price of Rp 2,000 was introduced to cover printing costs. As printing and paper costs continued to rise, the price was later increased to Rp 5,000 starting from the twentieth edition. Since the twenty-seventh edition, Buletin Montase has been on hiatus due to a shortage of contributors and the increasing cost of publication.

In early 2015, the website montasefilm.com was launched as a successor to Buletin Montase. The website has been active ever since, with all previous bulletin articles archived and accessible online. Up to 2021 and continuing to the present, montasefilm.com remains active and consistently publishes reviews of the latest films from around the world—Western, Asian, and Indonesian alike. For Western films, English translations are also provided. In early 2022, the website underwent a design update, aimed at making it more engaging and appealing to visitors.

Both Buletin Montase and montasefilm.com share the same slogan: “light and enlightening.” Their target audience includes a wide range of readers—students, university students, and the general public interested in cinema. The reviews published focus on film history, cinematic knowledge, and discussions that are light yet substantial. Film reviews primarily emphasize the narrative and cinematic aspects of a film. The website also welcomes contributions from writers and film critics across Indonesia to help advance the nation’s film culture.

Since 2022, Montase has also launched Montase FM Podcast on Spotify, featuring discussions and analyses of trending film releases. In 2021, two regular contributors of montasefilm.com were nominated for Best Film Criticism at Indonesia’s most prestigious film award event, the Festival Film Indonesia (FFI), through their article “Asih, Cermin Horor Indonesia Kontemporer” (Asih, A Mirror of Contemporary Indonesian Horror).

 

 

VISIT MONTASEFILM.COM