Title : Sinema dan Trauma: Genre, Narasi, & gaya Visual
Publisher : Montase Press
Year : Juli 2026
Writer : Himawan Pratista
Book size : 15.5cm x 23cm
Pages : 200 pages
ISBN : – / – (PDF)
Email : montaseproduction@gmail.com
Booking via WA: 081229383219
Price : Rp – ,- (Print on Demand/POD)
Paper: Book Paper
Google Play Book:
Back Cover:
Mengapa kita begitu tersentuh oleh kisah tentang kehilangan, kesepian, ketakutan, dan luka batin? Mengapa film yang membuat kita menangis atau tidak nyaman justru sering menjadi pengalaman menonton yang paling berkesan?
Sinema dan Trauma mengajak pembaca melihat film dari sudut pandang yang berbeda. Buku ini membahas bagaimana trauma tidak hanya hadir sebagai tema cerita, tetapi juga hidup melalui gaya bercerita, genre dan bahasa visual yang membentuk pengalaman emosional penonton.
Dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami, buku ini menunjukkan bahwa banyak film sesungguhnya berbicara tentang hal yang paling dekat dengan kehidupan manusia. Bagaimana kita menghadapi kehilangan, rasa bersalah, ketakutan, dan berbagai luka yang membentuk diri kita.
Pada akhirnya, sinema mungkin tidak dapat menyembuhkan trauma. Namun, ia dapat membantu kita memahami bahwa di balik setiap luka, selalu ada cerita yang membuat kita merasa tidak sendirian.
Why are we so deeply moved by stories of loss, loneliness, fear, and emotional wounds? Why do films that make us cry or feel uncomfortable often become our most memorable viewing experiences?
Cinema and Trauma invites readers to see film from a different perspective. This book explores how trauma is not only present as a narrative theme, but also comes alive through storytelling styles, genres, and visual languages that shape the audience’s emotional experience.
Written in a light and accessible style, the book shows that many films are, in fact, speaking about things that are closest to human life: how we deal with loss, guilt, fear, and the various wounds that shape who we are.
In the end, cinema may not be able to heal trauma. However, it can help us understand that behind every wound, there is always a story that reminds us we are not alone.

